FIRMAN ALLAH YANG MEMPERJELASKAN BAHAWA MELAKSANAKAN PERINTAH ALLAH "BUNUHLAH DIRI KAMU" IALAH CARA UNTUK BERTAUBAT DARIPADA MELAKUKAN SEBARANG PERBUATAN SYIRIK
2.Surah Al-Baqarah ayat 54
Dan (kenangkanlah) ketika Nabi Musa berkata kepada kaumnya:
"Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu telah menganiaya diri kamu sendiri dengan sebab kamu menyembah patung anak lembu itu,
maka bertaubatlah kamu kepada Allah yang menjadikan kamu;
iaitu "BUNUHLAH DIRI KAMU".
Yang demikian itu lebih baik bagi kamu di sisi Allah yang menjadikan kamu, supaya Allah menerima taubat kamu itu. Sesungguhnya Dia lah Yang Maha Pengampun (Penerima taubat), lagi Maha Mengasihani".
2.Surah Al-Baqarah ayat 55
Dan (kenangkanlah) ketika kamu berkata: "Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sehingga kami dapat melihat Allah dengan terang (dengan mata kepala kami)". Maka kerana itu kamu disambar petir, sedang kamu semua melihatnya.
2.Surah Al-Baqarah ayat 56
Kemudian kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati (atau pengsan dari sambaran petir itu), supaya kamu bersyukur.
INI BERLAKU SEPERTIMANA DALAM PERISTIWA NABI MUSA MEMOHON HENDAK MELIHAT ALLAH
7.Surah Al-'A`rāf dari ayat 143
Dan ketika Nabi Musa datang pada waktu yang Kami telah tentukan itu, dan Tuhannya berkata-kata dengannya, maka Nabi Musa (merayu dengan) berkata: "Wahai Tuhanku! Perlihatkanlah kepadaku supaya aku dapat melihatMu". Allah berfirman: "Engkau tidak sekali-kali akan sanggup melihatKu, tetapi pandanglah ke gunung itu, maka kalau ia tetap berada di tempatnya, nescaya engkau akan dapat melihatKu", Setelah Tuhannya "Tajalli" kepada gunung itu, (maka) "TajalliNya" menjadikan gunung itu hancur lebur dan Nabi Musa pun jatuh pengsan.
Setelah ia sedar semula, berkatalah ia: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepadaMu, dan akulah orang yang awal pertama beriman.
Perkara yang sama telah berlaku kepada saidina Ali sepertimana telah diperjelaskan didalam sebuah hadis
hadis Riwayat Thabrani dan Baihaqi
Dari ’Ali karamallahu wajhah: Aku katakan: Ya Rasulullah, manakah jalan thariqat yang sedekat-dekatnya kepada Allah dan semudah-mudahnya atas hamba Allah dan semulia-mulianya di sisi Allah?
Maka Sabda Rasulullah SAW.: Ya Ali, penting atas kamu berkekalan/senantiasa berzikir kepada Allah.
Berkatalah Ali: Tiap orang berdizikir pada Allah.
Maka Rasulullah SAW. bersabda: Ya Ali, tidak ada terjadi kiamat sehingga tiada lagi tinggal di atas permukaan bumi ini, orang yang mengucapkan Allah, Allah.
Maka sahut Ali kepada Rasulullah SAW: Bagaimana caranya aku berzikir ya Rasulullah?
Maka Sabda Rasulullah SAW: Pejamkan kedua matamu dan dengarkanlah dari saya ucapan tiga kali. Kemudian ucapkanlah seperti itu dan aku akan dengarkan. Maka sejenak Rasulullah SAW mengucapkan Laa ilaaha illallah, tiga kali sedang kedua matanya tertutup.
Kemudian Ali pun mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah seperti demikian.
Ajaran tersebut kemudian Sayyidina Ali ajarkan pula kepada Hasan Basri dan dari Hasan Basri diajarkan kepada al-Habib al-Ajamy, dari al-Habib diajarkan kepada Daud Atha’iy, dari Daud diajarkan kepada al-Makruf Al Karakhi dan dari al-Makruf ke pada As Sari, dan kemudian dari As Sari kepada al-Junaid.
Ketika Nabi Muhammad SAW menunjukkan jalan dan cara untuk menetapkan iktiqad tauhid atau jalan untuk mengenal Tuhanmu kepada Saidina Ali, baginda bersabda :
Hai Ali, pejamkan kedua matamu dan engkau dengar daripada aku tiga kali aku berkata “Laa ilaaha illallah” tiga kali, dan aku mendengar bacaan engkau. Maka berkata Nabi tiga kali mengucapkan kalimat “Laa ilaaha illallah” (TIADA TUHAN MELAINKAN ALLAH) dengan memejamkan kedua mata, Nabi mengangkat suaranya, Ali mendengarnya. Kemudian Ali mengatakan “Laa ilaaha illallah” (TIADA TUHAN MELAINKAN ALLAH) tiga kali seperti yang dikatakan Nabi itu, dan Ali pun memejamkan kedua matanya dan mengangkatkan suaranya, sedangkan Nabi mendengar bacaan Ali pada saat Ali ibn Abi Thalib mengalami fana fillah. Kemudian Setelah Ali sadar, maka Nabi bertanya kepada Ali mengenai perjumpaannya dengan Allah, maka Ali berkata :Roaitu robbi bi'aini qolbi, faqultu laa sakka anta anta Allah.
“Kulihat Tuhanku dengan mata hatiku dan aku pun berkata: tidak aku ragu engkau, engkaulah Allah”.Setelah Ali menceritakan perjumpaannya dengan Allah, maka kemudian Nabi membawa Ali di hadapan para umat dan berkata :
Ana madinatul 'ilmi wa Ali baabuhaa.
“Aku adalah gudangnya ilmu dan Ali adalah pintunya”.
Surah Al-'A`rāf ayat 171 hingga ayat 182
171. Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Kami mengangkat gunung (Tursina) ke atas mereka (Bani Israil) seolah-olah gunung itu awan (yang menaungi mereka) dan mereka yakin bahawa gunung itu akan jatuh menimpa mereka, (sambil Kami berfirman kepada mereka): Terimalah dengan bersungguh-sungguh (Kitab Taurat) yang telah Kami berikan kepada kamu dan ingatlah (amalkanlah) apa yang terkandung di dalamnya, supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa
172. Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam (turun-temurun) dari (tulang) belakang mereka dan Dia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil Dia bertanya dengan firmanNya): Bukankah Aku Tuhan kamu? Mereka semua menjawab: Benar (Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi. Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak: Sesungguhnya kami adalah lalai (tidak diberi peringatan) tentang (hakikat tauhid) ini.
173. Atau supaya kamu tidak mengatakan: Sesungguhnya ibu bapa kamilah yang melakukan syirik dahulu sedang kami ialah keturunan (mereka) yang datang kemudian daripada mereka. Oleh itu, patutkah Engkau (wahai Tuhan kami) hendak membinasakan kami disebabkan perbuatan orang-orang yang sesat itu?
174. Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat keterangan Kami satu persatu (supaya nyata segala kebenaran) dan supaya mereka kembali (kepada kebenaran).
175. Dan bacakanlah kepada mereka (wahai Muhammad), khabar berita seorang yang kami beri kepadanya (pengetahuan mengenai) ayat-ayat (Kitab) Kami, kemudian dia menjadikan dirinya terkeluar dari mematuhinya, lalu dia diikuti oleh Syaitan (dengan godaannya), maka menjadilah dia dari orang-orang yang sesat.
176. Dan kalau Kami kehendaki nescaya Kami tinggikan pangkatnya dengan (sebab mengamalkan) ayat-ayat itu. Tetapi dia bermati-mati cenderung kepada dunia dan menurut hawa nafsunya; maka bandingannya adalah seperti anjing, jika engkau menghalaunya: Dia menghulurkan lidahnya termengah-mengah dan jika engkau membiarkannya: Dia juga menghulurkan lidahnya termengah-mengah. Demikianlah bandingan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu supaya mereka berfikir.
177. Amatlah buruknya bandingan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka pula berlaku zalim kepada diri merela sendiri.
178. Sesiapa yang diberi petunjuk oleh Allah (dengan sebab persediaannya) maka dialah yang beroleh petunjuk dan sesiapa yang disesatkan oleh Allah (dengan sebab keingkarannya) maka merekalah orang-orang yang rugi.
179. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk Neraka Jahanam banyak dari jin dan manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mahu memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mahu melihat dengannya (bukti keesaan Allah) dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mahu mendengar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai.
180. Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik (yang mulia), maka serulah (dan berdoalah) kepadaNya dengan menyebut nama-nama itu dan pulaukanlah orang-orang yang berpaling dari kebenaran dalam masa menggunakan nama-namaNya. Mereka akan mendapat balasan mengenai apa yang mereka telah kerjakan.
181. Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan itu, ada satu umat yang memberi petunjuk dengan kebenaran dan dengannya mereka menjalankan keadilan.
182. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, Kami akan menarik mereka sedikit demi sedikit (ke jurang kebinasaan), menurut cara yang mereka tidak mengetahuinya.
UNTUK MENGULANGKAJI DENGAN AI YANG DILATIH (MUSYRIF DIGITAL ANDA), SILA KLIK LINK DIBAWAH
https://iktiqaddantauhid.blogspot.com/2026/08/musrif-digital-anda.html
Ulasan