APAKAH TUJUH JALAN YANG ALLAH CIPTAKAN DIATAS KAMU ?
Allah ciptakan tujuh jalan ini setelah Allah tiupkan rohNya kedalam ciptaanNya yang sempurna.
BERUSAHALAH UNTUK MENIMBULKAN KESEDARAN YANG BADAN (JASAD) TELAH DICIPTAKAN OLEH ALLAH, SETELAH SEMPURNA CIPTAAN JASAD DIDALAM RAHIM IBU, ALLAH TIUPKAN ROHNYA KEDALAM JASAD YANG TELAH SEMPURNA CIPTAANNYA DAN TELAH BERLAKU PENYAKSIAN DAN PENGAKUAN KEPADA JASAD YANG TELAH SEMPURNA CIPTAANNYA DAN ROHNYA YANG DITIUPKAN BAHAWA ALLAH ADALAH TUHAN KEPADA JASAD YANG TELAH SEMPURNA COPTAANNYA DAN KEPADA ROHNYA YANG DITIUPKAN KEDALAM JASAD YANG TELAH DISEMPURNAKAN CIPTAANNYA.
Timbulkan juga kesedaran bahawa untuk tetap bersaksi Allah adalah Tuhan yang maha esa, Allah telah ciptakan tujuh jalan diatas kamu.
Menjadi kewajipan keatas setiap badan diri sendiri mencari tujuh jalan yang telah Allah ciptakan supaya tetap bersaksi Allah adalah tuhan yang maha esa.
Setelah bertemu dengan tujuh jalan, setiap seorang mesti tahu, boleh menghurai dan menerangkan jalan dan cara yang perlu dilakukan mengikut sepertimana yang dikehendaki oleh Allah, supaya ia berjalan untuk sentiasa terhubung dengan Allah, supaya ia bertemu dengan Allah, supaya ia sentiasa menyaksikan Allah tuhan yang maha Esa.
Surah Al-Ĥijr ayat 28 dan 29
28. Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menciptakan manusia dari tanah liat yang kering, yang berasal dari tanah kental yang berubah warna dan baunya.
29. "Kemudian apabila Aku sempurnakan kejadiannya, serta Aku tiupkan padanya roh dari ku, maka hendaklah kamu sujud kepadanya.
Surah Şād ayat 71 dan 72
71. (Ingatkanlah peristiwa) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: " Sesungguhnya Aku hendak menciptakan manusia - Adam dari tanah;
72. " Kemudian apabila Aku sempurnakan kejadiannya, serta Aku tiupkan padanya roh dari Ku, maka hendaklah kamu sujud kepadanya ".
Manusia diciptakan dari tanah menjadi jasmani atau badan dan ditiupkan roh dari Allah menjadi rohani atau diri.
23.Surah Al-Mu'minūn ayat 12
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ مِّن طِينٍ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari pati (yang berasal) dari tanah;
23.Surah Al-Mu'minūn ayat 13
ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ
Kemudian Kami jadikan "pati" itu (setitis) air benih pada penetapan yang kukuh;
23.Surah Al-Mu'minūn ayat 14
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Kemudian Kami ciptakan air benih itu menjadi sebuku darah beku. lalu Kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging; kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa tulang; kemudian Kami balut tulang-tulang itu dengan daging. Setelah sempurna kejadian itu Kami bentuk dia menjadi makhluk yang lain sifat keadaannya. Maka nyatalah kelebihan dan ketinggian Allah sebaik-baik Pencipta.
Maksudnya setelah sempurna ciptaan air benih itu menjadi sebuku darah beku. lalu Kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging; kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa tulang; kemudian Kami balut tulang-tulang itu dengan daging. Allah sempurnakan kejadian itu Allah bentuk dia menjadi makhluk yang lain sifat keadaannya dengan meniupkan RohNya.
Maka berlakulah keadaan RohNya hidup tetapi jasadnya mati (kerana ada hidung tapi belum bernafas, ada mata tapi belum melihat, ada telinga tapi belum mendengar, ada mulut tapi belum berkata-kata) Yang hidup, yang melihat, yang mendengar dan yang berkata-kata pada masa dan ketika ini ialah RohNya yang ditiupkan kedalam ciptaan yang telah sempurna (air benih itu menjadi sebuku darah beku. lalu Kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging; kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa tulang; kemudian Kami balut tulang-tulang itu dengan daging)
Disini sedang berlaku sepertimana yang telah difirmankan oleh Allah
7.Surah Al-'A`rāf ayat 172
Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam (turun-temurun) dari (tulang) belakang mereka, dan Ia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil Ia bertanya dengan firmanNya): "Bukankah Aku tuhan kamu?" Mereka semua menjawab: "Benar (Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi". Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak:
23.Surah Al-Mu'minūn ayat 15
ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ
Kemudian, sesungguhnya kamu sesudah itu akan mati.
23.Surah Al-Mu'minūn ayat 16
ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ
Kemudian sesungguhnya kamu akan dibangkitkan hidup semula pada hari kiamat.
23.Surah Al-Mu'minūn ayat 17
وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَائِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غَافِلِينَ
Dan demi sesungguhnya, Kami telah menciptakan tujuh jalan di atas kamu, dan Kami pula tidak lalai daripada (menyediakan keperluan) makhluk-makhluk Kami.
23.Surah Al-Mu'minūn ayat 18
وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ
Dan Kami turunkan hujan dari langit dengan sukatan yang tertentu, serta Kami tempatkan dia tersimpan di bumi; dan sesungguhnya Kami sudah tentu berkuasa melenyapkannya.
23.Surah Al-Mu'minūn ayat 19
فَأَنشَأْنَا لَكُم بِهِ جَنَّاتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ لَّكُمْ فِيهَا فَوَاكِهُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
Kemudian, Kami tumbuhkan untuk kamu dengan air itu, kebun-kebun tamar (kurma) dan anggur. Kamu beroleh dalam kebun-kebun itu (berbagai jenis lagi) buah-buahan yang banyak, dan dari kebun-kebun itulah kamu beroleh rezeki penghidupan kamu.
23.Surah Al-Mu'minūn ayat 20
وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِن طُورِ سَيْنَاءَ تَنبُتُ بِالدُّهْنِ وَصِبْغٍ لِّلْآكِلِينَ
Dan (Kami juga menumbuhkan untuk kamu) pokok yang asal tumbuhnya di kawasan Gunung Tursina, yang mengeluarkan minyak dan lauk bagi orang-orang yang makan.
IKTIBAR PENGAJARAN DARI PERISTIWA NABI MUSA MEMOHON UNTUK MELIHAT ALLAH
7.Surah Al-'A`rāf dari ayat 143
Dan ketika Nabi Musa datang pada waktu yang Kami telah tentukan itu, dan Tuhannya berkata-kata dengannya, maka Nabi Musa (merayu dengan) berkata: "Wahai Tuhanku! Perlihatkanlah kepadaku supaya aku dapat melihatMu". Allah berfirman: "Engkau tidak sekali-kali akan sanggup melihatKu, tetapi pandanglah ke gunung itu, maka kalau ia tetap berada di tempatnya, nescaya engkau akan dapat melihatKu", Setelah Tuhannya "Tajalli" kepada gunung itu, (maka) "TajalliNya" menjadikan gunung itu hancur lebur dan Nabi Musa pun jatuh pengsan.
Setelah ia sedar semula, berkatalah ia: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepadaMu, dan akulah orang yang awal pertama beriman.
Perkara yang sama telah berlaku kepada saidina Ali sepertimana telah diperjelaskan didalam sebuah hadis
hadis Riwayat Thabrani dan Baihaqi
Dari ’Ali karamallahu wajhah: Aku katakan: Ya Rasulullah, manakah jalan thariqat yang sedekat-dekatnya kepada Allah dan semudah-mudahnya atas hamba Allah dan semulia-mulianya di sisi Allah?
Maka Sabda Rasulullah SAW.: Ya Ali, penting atas kamu berkekalan/senantiasa berzikir kepada Allah.
Berkatalah Ali: Tiap orang berdizikir pada Allah.
Maka Rasulullah SAW. bersabda: Ya Ali, tidak ada terjadi kiamat sehingga tiada lagi tinggal di atas permukaan bumi ini, orang yang mengucapkan Allah, Allah.
Maka sahut Ali kepada Rasulullah SAW: Bagaimana caranya aku berzikir ya Rasulullah?
Maka Sabda Rasulullah SAW: Pejamkan kedua matamu dan dengarkanlah dari saya ucapan tiga kali. Kemudian ucapkanlah seperti itu dan aku akan dengarkan. Maka sejenak Rasulullah SAW mengucapkan Laa ilaaha illallah, tiga kali sedang kedua matanya tertutup.
Kemudian Ali pun mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah seperti demikian.
Ajaran tersebut kemudian Sayyidina Ali ajarkan pula kepada Hasan Basri dan dari Hasan Basri diajarkan kepada al-Habib al-Ajamy, dari al-Habib diajarkan kepada Daud Atha’iy, dari Daud diajarkan kepada al-Makruf Al Karakhi dan dari al-Makruf ke pada As Sari, dan kemudian dari As Sari kepada al-Junaid.
Ketika Nabi Muhammad SAW menunjukkan jalan dan cara untuk menetapkan iktiqad tauhid atau jalan untuk mengenal Tuhanmu kepada Saidina Ali, baginda bersabda :
Hai Ali, pejamkan kedua matamu dan engkau dengar daripada aku tiga kali aku berkata “Laa ilaaha illallah” tiga kali, dan aku mendengar bacaan engkau. Maka berkata Nabi tiga kali mengucapkan kalimat “Laa ilaaha illallah” (TIADA TUHAN MELAINKAN ALLAH) dengan memejamkan kedua mata, Nabi mengangkat suaranya, Ali mendengarnya. Kemudian Ali mengatakan “Laa ilaaha illallah” (TIADA TUHAN MELAINKAN ALLAH) tiga kali seperti yang dikatakan Nabi itu, dan Ali pun memejamkan kedua matanya dan mengangkatkan suaranya, sedangkan Nabi mendengar bacaan Ali pada saat Ali ibn Abi Thalib mengalami fana fillah. Kemudian Setelah Ali sadar, maka Nabi bertanya kepada Ali mengenai perjumpaannya dengan Allah, maka Ali berkata :Roaitu robbi bi'aini qolbi, faqultu laa sakka anta anta Allah.
“Kulihat Tuhanku dengan mata hatiku dan akupun berkata: tidak aku ragu engkau, engkaulah Allah”.Setelah Ali menceritakan perjumpaannya dengan Allah, maka kemudian Nabi membawa Ali di hadapan para umat dan berkata :Ana madinatul 'ilmi wa Ali baabuhaa.
“Aku adalah gudangnya ilmu dan Ali adalah pintunya”.
24.Surah An-Nūr ayat 34
Dan sesungguhnya, Kami telah menurunkan kepada kamu, ayat-ayat keterangan yang menjelaskan (hukum-hukum suruh dan tegah), dan contoh tauladan (mengenai kisah-kisah dan berita) orang-orang yang telah lalu sebelum kamu, serta nasihat pengajaran bagi orang-orang yang (mahu) bertaqwa.
24.Surah An-Nūr ayat 35
Allah yang menerangi langit dan bumi. Bandingan nur hidayah petunjuk Allah (Kitab Suci Al-Quran) adalah sebagai sebuah "misykaat" yang berisi sebuah lampu; lampu itu dalam geluk kaca (qandil), geluk kaca itu pula (jernih terang) laksana bintang yang bersinar cemerlang; lampu itu dinyalakan dengan minyak dari pokok yang banyak manfaatnya, (iaitu) pokok zaitun yang bukan sahaja disinari matahari semasa naiknya dan bukan sahaja semasa turunnya (tetapi ia sentiasa terdedah kepada matahari); hampir-hampir minyaknya itu - dengan sendirinya - memancarkan cahaya bersinar (kerana jernihnya) walaupun ia tidak disentuh api; (sinaran nur hidayah yang demikian bandingannya adalah sinaran yang berganda-ganda): cahaya berlapis cahaya. Allah memimpin sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang dan peraturanNya) kepada nur hidayahNya itu; dan Allah mengemukakan berbagai-bagai misal perbandingan untuk umat manusia; dan Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.
24.Surah An-Nūr ayat 36
(Nur hidayah petunjuk Allah itu bersinar dengan nyatanya terutama sekali) di rumah-rumah ibadat yang diperintahkan oleh Allah supaya dimuliakan keadaannya dan disebut serta diperingat nama Allah padanya; di situ juga dikerjakan ibadat mensuci dan memuji Allah pada waktu pagi dan petang.
RUMAH IBADAT YANG DIMAKSUDKAN DISINI IALAH TUBUH BADAN DIRI SENDIRI
AKUILAH KESUCIAN ALLAH DARIPADA SEGALA KEKURANGAN DENGAN BERTASBIH MENSUCIKAN NAMA ALLAH
36.Surah Yā-Sīn ayat 83
فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Oleh itu akuilah kesucian Allah (dengan melakukan jalan dan cara mengikut sepertimana yang dikehendaki oleh Allah) - Tuhan yang memiliki dan menguasai tiap-tiap sesuatu, dan kepadaNyalah kamu semua dikembalikan.
MAKSUDNYA APA YANG DILAKUKAN TERSEBUT TELAH DILAKUKAN MENGIKUT DARI FIRMAN ALLAH ATAU SABDA RASULULLAH SAW YANG MANA SATU...
33.Surah Al-'Aĥzāb (Ayat 41 hingga ayat 48)
41. Wahai orang-orang yang beriman, (untuk bersyukur kepada Allah) ingatlah serta sebutlah nama Allah dengan ingatan serta sebutan yang sebanyak-banyaknya;
33.Surah Al-'Aĥzāb ayat 42
Dan bertasbihlah kamu kepadaNya pada waktu pagi dan petang.
33.Surah Al-'Aĥzāb ayat 43
Dia lah yang memberi rahmat kepada kamu - dan malaikatNya pula (berdoa bagi kamu) - untuk mengeluarkan kamu dari gelap-gelita (kufur dan maksiat) kepada cahaya yang terang-benderang (iman dari taat); dan adalah Ia sentiasa Melimpah-limpah rahmatNya kepada orang-orang yang beriman (di dunia dan di akhirat).
33.Surah Al-'Aĥzāb ayat 44
Sambutan penghormatan yang akan diberi Tuhan kepada mereka semasa menemuiNya ialah ucapan "Salam" (selamat sejahtera); dan Ia telah menyediakan untuk mereka pahala balasan yang mulia.
33.Surah Al-'Aĥzāb ayat 45
Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi (terhadap umatmu), dan pembawa berita gembira (kepada orang-orang yang beriman) serta pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar).
33.Surah Al-'Aĥzāb ayat 46
Dan juga sebagai penyeru (umat manusia seluruhnya) kepada ugama Allah dengan taufiq yang diberiNya; dan sebagai lampu yang menerangi.
33.Surah Al-'Aĥzāb ayat 47
Dan (dengan itu) sampaikanlah berita yang mengembirakan kepada orang-orang yang beriman, bahawa sesungguhnya mereka akan beroleh limpah kurnia yang besar dari Allah.
33.Surah Al-'Aĥzāb ayat 48
Dan janganlah engkau menurut kehendak orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan janganlah engkau hiraukan usikan dan celaan mereka, serta berserahlah kepada Allah (memelihara keadaanmu); dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (yang menyelamatkanmu).
BAGAIMANA CARA NAK BERTASBIH (MEMUJI) MENSUCIKAN ALLAH MENGIKUT SEPERTIMANA YANG DIKEHENDAKI OLEH ALLAH
Makna bertasbih - memanjatkan puji-pujian (memuji) kpd Allah.
Surah Al-'Ala
1. Bertasbihlah mensucikan nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi (dari segala sifat-sifat kekurangan), -
2. Yang telah menciptakan (sekalian makhlukNya) serta menyempurnakan kejadiannya dengan kelengkapan yang sesuai dengan keadaannya;
3. Dan Yang telah mengatur (keadaan makhluk-makhlukNya) serta memberikan hidayah petunjuk (ke jalan keselamatannya dan kesempurnaannya);
4. Dan Yang telah mengeluarkan tumbuh-tumbuhan untuk binatang-binatang ternak,
5. Kemudian Ia menjadikan (tumbuh-tumbuhan yang menghijau) itu kering - (berubah warnanya) kehitam-hitaman.
6. Kami sentiasa menjadikan engkau (wahai Muhammad) dapat membaca (Al-Quran yang diturunkan kepadamu - dengan perantaraan jibril), sehingga engkau (menghafaznya dan) tidak lupa,
7. Kecuali apa yang dikehendaki Allah engkau lupakan; sesungguhnya Ia mengetahui (segala keadaan yang patut berlaku), dan yang tersembunyi.
8. Dan Kami tetap memberi kemudahan kepadamu untuk (melaksanakan segala perkara) Ugama yang mudah diterima oleh akal yang sihat.
9. Oleh itu berilah peringatan (kepada umat manusia dengan ajaran Al-Quran), kalau-kalau peringatan itu berguna (dan sudah tentu berguna);
10. Kerana orang yang takut (melanggar perintah Allah) akan menerima peringatan itu;
11. Dan (sebaliknya) orang yang sangat celaka akan menjauhinya,
12. Dia lah orang yang akan menderita bakaran neraka yang amat besar (azab seksanya),
13. Selain dari itu, ia tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup senang.
14. Sesungguhnya berjayalah orang yang - setelah menerima peringatan itu - berusaha membersihkan dirinya (dengan taat dan amal yang soleh),
15. Dan menyebut-nyebut dengan lidah dan hatinya akan nama Tuhannya serta mangerjakan sembahyang (dengan khusyuk).
16. (Tetapi kebanyakkan kamu tidak melakukan yang demikian), bahkan kamu utamakan kehidupan dunia;
17. Padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal.
18. Sesungguhnya (keterangan-keterangan yang dinyatakan) ini ada (disebutkan) di dalam Kitab-kitab yang terdahulu, -
19. Iaitu Kitab-kitab Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.
BERTASBIH MENSUCIKAN NAMA TUHANMU DENGAN MENYEBUT-NYEBUT DENGAN LIDAH DAN HATI AKAN NAMA TUHANMU
35.Surah Fāţir ayat 11
وَاللَّهُ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَاجًاۚ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِۚ وَمَا يُعَمَّرُ مِن مُّعَمَّرٍ وَلَا يُنقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلَّا فِي كِتَابٍۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari (setitis) air benih, kemudian Ia menjadikan kamu berpasangan (lelaki dan perempuan). Dan tiada mengandung seseorang perempuan (juga seekor betina), dan tidak pula satu-satunya melahirkan (anak yang dikandungnya) melainkan dengan keadaan yang diketahui Allah. Dan tidak diberikan seseorang berumur panjang, juga tidak dijadikan seseorang pendek umurnya, melainkan ada kadarnya di dalam Kitab Ilahi. Sesungguhnya yang demikian itu mudah sahaja kepada Allah.
35.Surah Fāţir ayat 12
وَمَا يَسْتَوِي الْبَحْرَانِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَائِغٌ شَرَابُهُ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌۖ وَمِن كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَاۖ وَتَرَى الْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan tidaklah sama keadaan dua laut (sekalipun satu jenisnya), yang satu tawar lagi memuaskan dahaga serta sesuai diminum, sementara yang satu lagi masin lagi pahit. Dan (kedua-duanya itu berfaedah kepada kamu): dari tiap-tiap satunya kamu dapat makan daging yang lembut - hidup-hidup, dan dapat pula kamu mengeluarkan benda-benda perhiasan untuk kamu memakainya; (selain itu) engkau melihat pula kapal-kapal membelah air belayar padanya; (diadakan semuanya itu) supaya kamu dapat mencari rezeki dari limpah kurnia Allah, dan supaya kamu bersyukur.
35.Surah Fāţir ayat 13
يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُّسَمًّىۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُۚ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ
Allah jua yang memasukkan malam pada siang dan memasukkan siang pada malam (silih berganti), dan Ia yang memudahkan peredaran matahari dan bulan; tiap-tiap satu dari keduanya beredar untuk suatu masa yang telah ditetapkan. Yang melakukan semuanya itu ialah Allah Tuhan kamu, bagiNyalah kuasa pemerintahan; sedang mereka yang kamu sembah - yang lain dari Allah - tidak mempunyai sesuatu pun walau senipis selaput biji kurma.
36.Surah Yā-Sīn ayat 77
أَوَلَمْ يَرَ الْإِنسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ
Tidakkah manusia itu melihat dan mengetahui, bahawa Kami telah menciptakan dia dari (setitis) air benih? Dalam pada itu (setelah Kami sempurnakan kejadiannya dan tenaga kekuatannya) maka dengan tidak semena-mena menjadilah ia seorang pembantah yang terang jelas bantahannya (mengenai kekuasaan Kami menghidupkan semula orang-orang yang mati),
40.Surah Ghāfir ayat 67
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا شُيُوخًاۚ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ مِن قَبْلُۖ وَلِتَبْلُغُوا أَجَلًا مُّسَمًّى وَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Dia lah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari (setitis) air benih, kemudian dari sebuku darah beku, kemudian dari seketul daging; kemudian Ia mengeluarkan kamu berupa kanak-kanak; kemudian kamu (dipelihara) hingga sampai ke peringkat umur dewasa; kemudian kamu (dipanjangkan umur) hingga sampai menjadi tua. Dan (dalam pada itu) ada di antara kamu yang dimatikan sebelum itu. (Allah melakukan kejadian yang demikian) supaya kamu sampai ke masa yang ditentukan (untuk menerima balasan); dan supaya kamu memahami (hikmat-hikmat kejadian itu dan kekuasaan Tuhan).
40.Surah Ghāfir ayat 68
هُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُۖ فَإِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ
Dia lah yang menghidupkan dan mematikan; oleh itu apabila Ia menetapkan jadinya sesuatu perkara maka Ia hanya berfirman kepadanya: "Jadilah engkau!" Lalu menjadilah ia.
JANJI TAAT SETIA (BAI'AH) KEPADA ALLAH YANG TELAH DIBERIKAN OLEH KESEMUA MANUSIA SEJAK DARI AWAL KEJADIAN LAGI IALAH SEPERTI FIRMAN ALLAH
7.Surah Al-'A`rāf ayat 172
Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam (turun-temurun) dari (tulang) belakang mereka, dan Ia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil Ia bertanya dengan firmanNya): "Bukankah Aku tuhan kamu?" Mereka semua menjawab: "Benar (Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi". Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak:
"Sesungguhnya kami adalah lalai (tidak diberi peringatan) tentang (hakikat tauhid) ini".
7.Surah Al-'A`rāf ayat 173
Atau supaya kamu tidak mengatakan:" Sesungguhnya ibu bapa kamilah yang melakukan syirik dahulu sedang kami ialah keturunan (mereka) yang datang kemudian daripada mereka. Oleh itu, patutkah Engkau (wahai Tuhan kami) hendak membinasakan kami disebabkan perbuatan orang-orang yang sesat itu?"
Keseluruhan manusia telahpun mengakui keesaan Allah sejak diawal kejadian sebelum dilahirkan kemuka bumi ini lagi, hakikat tauhid ini telah mula dilupakan setelah kita mula berakal...
Hadis tentang kepentingan Bai’ah
Hadist: Wa kamalul imani bai'atun terjemahannya: sempurnanya iman seseorang adalah bai'at.
UNTUK MENGULANGKAJI DENGAN AI YANG DILATIH (MUSYRIF DIGITAL ANDA), SILA KLIK LINK DIBAWAH
https://iktiqaddantauhid.blogspot.com/2026/08/musrif-digital-anda.html
Ulasan