ORANG YANG MENYEMPURNAKAN APA YANG TELAH DIJANJIKAN OLEH ALLAH, ORANG YANG MENGHUBUNGKAN PERKARA-PERKARA YANG DISURUH OLEH ALLAH SUPAYA DIHUBUNGKAN, ORANG YANG BERSABAR KERANA MENGHARAPKAN KEREDAAN TUHAN MEREKA SEMATA-MATA IAITU ALLAH YANG MAHA ESA
MEREKA AKAN MENDAPAT BALASAN YANG SEBAIK-BAIKNYA, PADA HARI AKHIRAT IAITU SYURGA
ORANG-ORANG YANG BERSELISIHAN SEBENARNYA MEREKA ADALAH DIDALAM KEADAAN BERPECAH BELAH
3.Surah 'Āli `Imrān ayat 105
Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah berceri-berai dan berselisihan (dalam ugama mereka) sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas nyata (yang dibawa oleh Nabi-nabi Allah), Dan mereka yang bersifat demikian, akan beroleh azab seksa yang besar.
2.Surah Al-Baqarah ayat 113
Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai sesuatu pegangan (ugama yang benar)"; dan orang-orang Nasrani pula berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan (ugama yang benar)"; padahal mereka membaca Kitab Suci masing-masing (Taurat dan Injil). Demikian juga orang-orang (musyrik dari kaum Jahiliyah) yang tidak berilmu pengetahuan, mengatakan seperti yang dikatakan oleh mereka itu. Maka Allah akan menghukum (mengadili) di antara mereka pada hari kiamat mengenai apa yang mereka berselisihan padanya.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: "Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan." (*)
Dari Abu ‘Amir al-Hauzaniy ‘Abdillah bin Luhai, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu’awiyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di hadapan kami, kemudian baginda bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan dan sesungguhnya ummat ini akan berpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, (adapun) yang tujuh puluh dua akan masuk Neraka dan yang satu golongan akan masuk Surga, yaitu “AL-JAMA'AH.” (**)
Dalam riwayat lain, ketika Rasulullah menjawab: " Al-Jama'ah "
Lalu para sahabat bertanya: " Apakah Al-Jama'ah itu?"
Baginda Rasululullah saw menjawab: " Apa yang Aku dan para Sahabatku ada di dalamnya"
Masya Allah
JADI SEBENARNYA BUKAN SATU, BUKAN DUA DAN BUKAN TIGA TETAPI TERDAPAT TUJUH PULUH DUA GOLONGAN YANG AKAN DIMASUKKAN KEDALAM NERAKA
HANYA SATU GOLONGAN DARIPADA TUJUH PULUH TIGA GOLONGAN YANG AKAN DIMASUKKAN KEDALAM SURGA...
SURAH AR-RA'D DARI AYAT 12 HINGGA AYAT 24
12. Dia lah yang memperlihatkan kilat kepada kamu, untuk menakutkan (dari panahan petir), dan memberi harapan (dengan turunnya hujan); dan Ia yang menjadikan awan tebal yang berat (dengan air).
13. Dan Dia lah juga yang guruh dan malaikat bertasbih memujiNya, kerana takut kepadaNya. Dan Dia lah juga yang menghantarkan petir, lalu Ia mengenakan dengan panahannya kepada sesiapa yang dikehendakinya Dan mereka yang ingkar itu membantah (serta mendustakan Rasul) mengenai perkara yang berhubung dengan Allah (dan kuat kuasaNya) Padahal Ia Amat keras azab seksanya.
14. Kuasa menerima ibadat yang benar adalah tertentu bagi Allah; dan benda-benda yang mereka sembah yang lain dari Allah, tidak akan dapat menyahut atau memberikan sesuatupun kepada mereka, hanyalah seperti orang yang membentangkan kedua tapak tangannya kepada air supaya sampai ke mulutnya, padahal air itu sudah tentu tidak akan sampai kepadanya. Dan tiadalah ibadat dan doa permohonan orang-orang kafir itu melainkan dalam kesesatan.
15. Dan kepada Allah jualah sekalian makhluk yang ada di langit dan di bumi tunduk menurut, sama ada dengan sukarela atau dengan terpaksa; dan (demikian juga) bayang-bayang mereka; pada waktu pagi dan petang.
16. Bertanyalah (wahai Muhammad): "Siapakah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan langit dan bumi?" Jawablah: "Allah". Bertanyalah lagi: "Kalau demikian, patutkah kamu menjadikan benda-benda yang lain dari Allah sebagai Pelindung dan Penolong, yang tidak dapat mendatangkan sebarang manfaat bagi dirinya sendiri, dan tidak dapat menolak sesuatu bahaya?" Bertanyalah lagi: "Adakah sama, orang yang buta dengan orang yang celik? Atau adakah sama, gelap-gelita dengan terang? Atau adakah makhluk-makhluk yang mereka jadikan sekutu bagi Allah itu telah mencipta sesuatu seperti ciptaanNya, sehingga ciptaan-ciptaan itu menjadi kesamaran kepada mereka?" Katakanlah: "Allah jualah yang menciptakan tiap-tiap sesuatu, dan Dia lah Yang Maha Esa, lagi Maha Kuasa".
17. Ia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu membanjiri tanah-tanah lembah (dengan airnya) menurut kadarnya yang ditetapkan Tuhan untuk faedah makhlukNya, kemudian banjir itu membawa buih yang terapung-apung. Dan dari benda-benda yang dibakar di dalam api untuk dijadikan barang perhiasan atau perkakas yang diperlukan, juga timbul buih seperti itu. Demikianlah Allah memberi misal perbandingan tentang perkara yang benar dan yang salah. Adapun buih itu maka akan hilang lenyaplah ia hanyut terbuang, manakala benda-benda yang berfaedah kepada manusia maka ia tetap tinggal di bumi. Demikianlah Allah menerangkan misal-misal perbandingan.
18. Bagi orang-orang yang menyahut seruan Tuhan mereka sahajalah balasan yang sebaik-baiknya; dan orang-orang yang ingkar yang tidak menyahut seruanNya, kalaulah mereka mempunyai segala apa jua yang ada di bumi disertai dengan sebanyak itu lagi, tentulah mereka rela menebus diri dengannya. mereka itu disediakan baginya hitungan hisab yang seburuk-buruknya, serta tempat kembali mereka ialah neraka jahanam; dan amatlah buruknya tempat tinggal itu.
19. Maka adakah orang yang mengetahui bahawa Al-Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu (wahai Muhammad) perkara yang benar, sama dengan orang yang buta matahatinya? Sesungguhnya orang-orang yang mahu memikirkan hal itu hanyalah orang-orang yang berakal sempurna.
20. Orang-orang yang menyempurnakan perjanjian Allah dan tidak merombak (mencabuli) perjanjian yang telah diperteguhkan itu;
PERSOALAN YANG TELAH DIKEMUKAKAN OLEH ALLAH DIDALAM FIRMANNYA
2.Surah Al-Baqarah ayat 80
Dan mereka berkata: "Kami tidak sekali-kali akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang tertentu". Katakanlah (wahai Muhammad):
"Adakah kamu sudah mendapat janji dari Allah supaya (dengan itu) Allah tidak akan menyalahi janjiNya, atau hanya kamu mengatakan atas nama Allah sesuatu yang tidak kamu mengetahuinya?"
SUDAHKAH SETIAP BADAN DIRI SENDIRI MELAKUKAN SEPERTIMANA YANG TELAH DIJANJIKAN OLEH ALLAH SUPAYA ALLAH MEMBERIKAN SEPERTIMANA YANG TELAH DIJANJIKAN TERSEBUT?...
Apa yang telah dijanjikan oleh Allah ialah Allah akan pimpin orang yang bertaubat daripada melakukan sebarang perbuatan syirik yang telah diistiharkan oleh Allah didalam firman Nya pada
Surah Al-Baqarah ayat 54
Dan (kenangkanlah) ketika Nabi Musa berkata kepada kaumnya:
"Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu telah menganiaya diri kamu sendiri dengan sebab kamu menyembah patung anak lembu itu,
maka bertaubatlah kamu kepada Allah yang menjadikan kamu;
iaitu "BUNUHLAH DIRI KAMU".
Yang demikian itu lebih baik bagi kamu di sisi Allah yang menjadikan kamu, supaya Allah menerima taubat kamu itu. Sesungguhnya Dia lah Yang Maha Pengampun (Penerima taubat), lagi Maha Mengasihani".
Didalam firman Allah didalam Surah Al-Baqarah ayat 54, Allah menerangkan bahawa kaum Nabi musa telah melakukan syirik dengan menyembah patung anak lembu.
Nabi Musa telah mengarahkan kaumnya supaya bertaubat daripada melakukan perbuatan syirik tersebut dengan perintah “BUNUHLAH DIRI KAMU”
12.Surah Yūsuf ayat 111
Demi sesungguhnya, kisah Nabi-nabi itu mengandungi pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang mempunyai akal fikiran. (Kisah Nabi-nabi yang terkandung dalam Al-Quran) bukanlah ia cerita-cerita yang diada-adakan, tetapi ia mengesahkan apa yang tersebut di dalam Kitab-kitab ugama yang terdahulu daripadanya, dan ia sebagai keterangan yang menjelaskan tiap-tiap sesuatu, serta menjadi hidayah petunjuk dan rahmat bagi kaum yang (mahu) beriman.
Surah Hud ayat 120
Dan tiap-tiap berita dari berita Rasul-rasul itu, kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad), untuk menguatkan hatimu dengannya dan telah datang kepadamu dalam berita ini kebenaran dan pengajaran serta peringatan bagi orang-orang yang beriman.
JANJI YANG TELAH DIJANJIKAN OLEH ALLAH KEPADA ORANG YANG TELAH BERTAUBAT DARIPADA MELAKUKAN SEBARANG PERBUATAN SYIRIK DENGAN MELAKSANAKAN PERINTAH ALLAH "BUNUHLAH DIRI KAMU SENDIRI"
Firman Allah
4.Surah An-Nisā' ayat 66
Dan sesungguhnya kalau Kami wajibkan kepada mereka (dengan perintah):
"BUNUHLAH DIRI KAMU SENDIRI, ATAU KELUARLAH DARI TEMPAT KEDIAMAN KAMU"
NESCAYA MEREKA TIDAK AKAN MELAKUKANNYA, KECUALI SEDIKIT DARIPADA MEREKA
Dan sesungguhnya kalau mereka amalkan nasihat pengajaran yang telah diberikan kepada mereka, tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih meneguhkan (iman mereka).
Mereka yang melakukan perintah Allah "BUNUHLAH DIRI KAMU" yang akan mengalami keadaan "MATI SEBELUM MATI" yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw didalam sebuah hadis
Dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata :
Rasulullah saw membaca ayat,
39.Surah Az-Zumar ayat 22
Jika demikian, adakah orang yang telah dilapangkan Allah dadanya untuk menerima Islam, lalu ia tetap berada dalam cahaya (hidayah petunjuk) dari Tuhannya, (sama seperti orang yang tertutup mata hatinya dengan selaput kederhakaan)? Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang keras membatu hatinya daripada menerima peringatan yang diberi oleh Allah. Mereka yang demikian keadaannya, adalah dalam kesesatan yang nyata.
Kami para sahabat bertanya :
Ya Rasulullah bagaimana dadanya orang itu boleh lapang ?
Rasulullah menjawab :
Kalau cahaya Allah sudah masuk ke dalam hati seseorang, maka hatinya menjadi lapang dan luas.
Kami para sahabat bertanya :
Tandanya apa ya Rasulullah ?
Jawab Rasulullah saw :
Yaitu kembali kepada negeri yang kekal, meninggalkan dunia yang penuh tipuan. Dan mempersiapkan mati sebelum mati kita.
Nabi Besar Muhammad saw bersabda, "Wahai pencari rahsia! Mahukah kamu melihat orang mati yang hidup, berjalan dibumi seperti orang hidup tetapi jiwanya berada dilangit, kerana beliau telah diubah pindah sebelum mati dan tidak lagi diubahpindah setelah mati. Rahsia ini berada di luar sempadan fikiran, hanya diketahui melalui mati. Barang siapa hendak melihat orang yang mati berjalan di muka bumi, lihatlah Abu Bakar, seorang yang 'alim dan 'abid kerana beliau menjadi saksi yang benar terhadap Allah swt. Menjadi putera orang-orang yang di hidupkan semula."
Dan sedang melaksanakan perintah Allah “BUNUHLAH DIRI KAMU” adalah merupakan sedang melakukan perkara sunat yang apabila dilaksanakan Allah mencintainya
Kita lihat kepada firman Allah pada surah An-Nisa’ ayat 66 Allah telah berfirman memperjelaskan “KALAU KAMI WAJIBKAN KEPADA MEREKA DENGAN PERINTAH - BUNUHLAH DIRI KAMU SENDIRI ATAU KELUARLAH DARI TEMPAT KEDIAMAN KAMU”
Bermakna perintah Allah “BUNUHLAH DIRI KAMU SENDIRI” bukan perintah yang telah diwajibkan, ini membawa makna oleh kerana perintah ini bukan yang diwajibkan, menunjukkan perintah ini adalah perintah Allah yang sunat dilakukan.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Allah swt berfirman : “Barangsiapa yang menunjukkan permusuhan dengan Wali-Ku maka Aku menyatakan perang dengannya.”
Sambungan hadist tersebut adalah :
“….Tidaklah hambaKu mendekatiKu dengan suatu pekerjaan yang lebih Aku sukai daripada dia mengerjakan apa yang Aku telah fardhukan ke atasnya. Dan sentiasalah hambaKu mendekatkan dirinya kepadaKu dengan melakukan yang sunat sehingga Aku cinta kepadanya. Ketika Aku mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatannya yang ia melihat dengannya, menjadi tangannya yang ia bergerak dengannya dan menjadi kakinya yang ia berjalan dengannya. Dan sesungguhnya, jika ia meminta kepadaKu, niscaya Aku berikan kepadanya; Dan sesungguhnya, jika ia memohon perlindungan kepadaKu niscaya Aku berikan perlindungan kepadanya.” (HR Bukhari)
Bersabda Rasulullah saw kepada Saidina Umar Ibnu Al Khattab ra dalam dialog mereka :
Rasulullah saw berkata :
Para Nabi dan para syuhada’ akan cemburu kepada segolongan hamba Allah kelak di akhirat kerana kedudukan mereka yang tinggi di sisi Allah padahal mereka bukan para Nabi.
Umar bertanya : Siapakah mereka wahai Rasul?
Rasululullah saw menjawab :
Mereka ialah satu kaum yang saling mengasihi sesama mereka semata-mata kerana Allah, bukan kerana hubungan silaturrahim atau kerana harta. Demi Allah, sesungguhnya wajah mereka bercahaya, mereka memiliki beberapa mimbar yang bercahaya. Mereka tidak takut di kala manusia lain merasa takut, dan mereka tidak sedih di kala manusia lain merasa sedih. Lalu Rasulpun membaca ayat 62-63 dari surah Yunus :
“Ingatlah, sesungguhnya Wali-Wali Allah itu tidak ada kekhuatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Iaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. (QS Yunus : 62-63)
Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt. berfirman, ‘Siapa yang memusuhi wali (kekasih)-ku maka aku menyatakan perang kepadanya. Dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai selain dari apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (amalan sunah) hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka Akulah pendengarannya yang dengannya ia mendengar, Akulah pandangannya yang dengannya ia memandang, Akulah tangannya yang dengannya ia bertindak, dan Akulah kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku niscaya Aku memberinya dan jika ia meminta perlindungan kepada-Ku niscaya Aku melindunginya.’” (H.R. Bukhari)
Maksud daripada perintah Allah "BUNUHLAH DIRI KAMU" ialah melaksanakan perintah Allah yang terkandung didalam Al-Quran, dan perintah Rasulullah saw yang terkandung didalam hadisnya yang apabila dilakukan perintah tersebut akan menghilangkan keberadaan atau keakuan diri sendiri
Yang perlu dimuzakarahkan dengan lebih lanjut lagi ialah firman Allah dan hadis nabi yang mana satu yang apabila dilaksanakan akan menghilangkan keberadaan, keakuan atau keupayaan badan diri sendiri....
4.Surah An-Nisā' ayat 67
Dan (setelah mereka melakukan seperti yang dikehendaki oleh Allah), tentulah Kami akan berikan kepada mereka - dari sisi Kami - pahala balasan yang amat besar;
4.Surah An-Nisā' ayat 68
DAN TENTULAH KAMI PIMPIN MEREKA KE JALAN YANG LURUS.
JALAN YANG LURUS YANG DIMAKSUDKAN IALAH SEPERTIMANA FIRMAN ALLAH
15.Surah Al-Ĥijr ayat 39
Iblis berkata: " Wahai Tuhanku! Kerana Engkau telah menjadikan daku sesat, (maka) demi sesungguhnya aku akan memperelokkan segala jenis maksiat kepada Adam dan zuriatnya di dunia ini, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,
15.Surah Al-Ĥijr ayat 40
"Kecuali di antara zuriat-zuriat Adam itu hamba-hambaMu yang dibersihkan dari sebarang syirik".
15.Surah Al-Ĥijr ayat 41
Allah berfirman: "INILAH SATU JALAN YANG LURUS, YANG TETAP AKU MEMELIHARANYA.
15.Surah Al-Ĥijr ayat 42
"Sesungguhnya hamba-hambaKu, tidaklah ada bagimu sebarang kuasa untuk menyesatkan mereka, kecuali sesiapa yang menurutmu dari orang-orang yang sesat (dengan pilihannya sendiri).
Yang dibersihkan daripada sebarang syirik ialah sebenar-benar ikhlas
17.Surah Al-'Isrā' ayat 65
Sesungguhnya hamba-hambaKu (yang beriman dengan ikhlas), tiadalah engkau (hai iblis) mempunyai sebarang kuasa terhadap mereka (untuk menyesatkannya); cukuplah Tuhanmu (wahai Muhammad) menjadi Pelindung (bagi mereka).
38.Surah Şād ayat 82
Iblis berkata: " Demi kekuasaanmu (wahai Tuhanku), aku akan menyesatkan mereka semuanya, -
38.Surah Şād ayat 83
" Kecuali hamba-hambaMu di antara zuriat-zuriat Adam itu yang ikhlas".
FIRMAN ALLAH YANG MENJELASKAN BERSIH DARIPADA SEBARANG SYIRIK IALAH MERUPAKAN SEBENAR-BENAR IKHLAS
29.Surah Al-`Ankabūt ayat 65
Dalam pada itu, apabila mereka naik bahtera (lalu menemui sesuatu bahaya di laut), mereka memohon pertolongan kepada Allah dengan doa yang tulus ikhlas kepadaNya. Kemudian setelah Allah menyelamatkan mereka (naik) ke darat, mereka berlaku syirik kepadaNya.
FIRMAN ALLAH DIATAS MENUNJUKKAN TULUS IKHLAS LAWANNYA SYIRIK YANG MEMBAWA KEPADA MAKNA IKHLAS IALAH YANG DIBERSIHKAN DARIPADA SEBARANG SYIRIK
Sambungan surah Ar-Rad
21. Dan orang-orang yang menghubungkan perkara-perkara yang disuruh oleh Allah supaya dihubungkan, dan yang menaruh bimbang akan kemurkaan Tuhan mereka, serta takut kepada kesukaran yang akan dihadapi semasa soaljawab dan hitungan amal (pada hari kiamat); -
22. Dan orang-orang yang sabar kerana mengharapkan keredaan Tuhan mereka semata-mata, dan mendirikan sembahyang, serta mendermakan dari apa yang Kami kurniakan kepada mereka, secara bersembunyi atau secara terbuka; dan mereka pula menolak kejahatan dengan cara yang baik; mereka itu semuanya adalah disediakan baginya balasan yang sebaik-baiknya pada hari akhirat;
Jalan dan cara yang perlu dilakukan untuk bersabar sepertimana didalam firman Allah
BILA RASA TAKUT,
ATAU SEDANG MELAKUKAN PERBUATAN KEJI ATAU MENGANIAYAI DIRI SENDIRI, SEBUT DAN INGATLAH KEPADA ALLAH - INILAH CIRI-CIRI ORANG YANG MENDAPAT PETUNJUK HIDAYAH ALLAH DAN MERUPAKAN SIFAT ORANG YANG MENDAPAT KEAMPUNAN DARI ALLAH
FIRMAN ALLAH
2.Surah Al-Baqarah ayat 155
Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar:
2.Surah Al-Baqarah ayat 156
(Iaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: "Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah
jualah kami kembali."
2.Surah Al-Baqarah ayat 157
Mereka itu ialah orang-orang yang dilimpahi dengan berbagai-bagai kebaikan dari Tuhan mereka serta rahmatNya; dan mereka itulah orang-orang yang dapat petunjuk hidayahNya.
Apabila seseorang itu mengalami perasaan takut, sedarlah dengan sepenuh tumpuan kepada perasaan takut itu didalam masa yang sama sebutlah Allah sebanyak-banyaknya..
Apabila seseorang itu mengalami perasaan lapar atau berada didalam keadaan kelaparan, sedarlah dengan sepenuh tumpuan kepada keadaan kelaparan itu sambil menyebut Allah sebanyak-banyaknya...
3.Surah 'Āli `Imrān ayat 135
Dan juga orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji, atau menganiaya diri sendiri, mereka segera ingat kepada Allah lalu memohon ampun akan dosa mereka - dan sememangnya tidak ada yang mengampunkan dosa-dosa melainkan Allah -, dan mereka juga tidak meneruskan perbuatan keji yang mereka telah lakukan itu, sedang mereka mengetahui (akan salahnya dan akibatnya).
3.Surah 'Āli `Imrān ayat 136
Orang-orang yang demikian sifatnya, balasannya ialah keampunan dari Tuhan mereka, dan Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya; dan yang demikian itulah sebaik-baik balasan (bagi) orang-orang yang beramal.
Bila seseorang itu sedang berada didalam keadaan sedang menganiayai diri sendiri (berlaku syirik), tumpukan sebulat tumpuan kepada keadaan tersebut, didalam masa yang sama ingatlah kepada Allah dengan menyebut Allah sebanyak-banyaknya..
Perbuatan yang dilakukan ini telah dilakukan mengikut sepertimana yang dikehendaki oleh Allah yang terkandung didalam firmanNya pada
Surah Al-Muzammil ayat 8
Dan sebutlah (dengan lidah dan hati) akan nama Tuhanmu (terus menerus siang dan malam), serta tumpukanlah kepadaNya dengan sebulat-bulat tumpuan.
Yang cara untuk menyebut nama tuhanmu dengan atau melalui lisan lidah, boleh dilakukan mengikut firman Allah pada
Surah Al-'Isrā' ayat 110
Katakanlah (wahai Muhammad): "Serulah nama " Allah" atau nama "Ar-Rahman", yang mana sahaja kamu serukan (dari kedua-dua nama itu adalah baik belaka); kerana Allah mempunyai banyak nama-nama yang baik serta mulia". Dan janganlah engkau nyaringkan bacaan doa atau sembahyangmu, juga janganlah engkau perlahankannya, dan gunakanlah sahaja satu cara yang sederhana antara itu.
Dan melakukan perintah Allah yang tersurat dan yang tersirat didalam firman Allah pada
7.Surah Al-'A`rāf ayat 205
Dan sebutlah serta ingatlah akan Tuhanmu dalam hatimu, dengan merendah diri serta dengan perasaan takut (melanggar perintahnya), dan dengan tidak pula menyaringkan suara, pada waktu pagi dan petang dan janganlah engkau menjadi dari orang-orang yang lalai.
Dengan cara menyebut nama Allah secara tersembunyi didalam hati yang dilakukan mengikut sepertimana
Saidina Ali Rodziallah hu'an hu Bertanya kepada Rasulullah bagaimana aku nak hampir dengan Allah ya Rasulullah. Rasulullah menjawab mari dekat dengan aku ya Ali hingga bertemu lutut.
- Pejamkan mata mu,
- Tongkat kan lidah mu ke langit2,
- sebutlah nama Allah sebanyak2nya
Yang dilakukan Sehingga berlakunya penyaksian dan pengakuan kepada sifat ketuhanan Allah, penyaksian dan pengakuan kepada Allah seterusnya penyaksian dan pengakuan kepada Allah yang mengenal Allah
23. Iaitu Syurga yang kekal yang mereka akan memasukinya bersama-sama orang-orang yang mengerjakan amal soleh dari ibu bapa mereka dan isteri-isteri mereka serta anak-anak mereka; sedang malaikat-malaikat pula akan masuk kepada mereka dari tiap-tiap pintu; -
24. (Memberi hormat dengan berkata): "Selamat sejahteralah kamu berpanjangan, disebabkan kesabaran kamu. Maka amatlah baiknya balasan amal kamu di dunia dahulu.
Surah Al-Baqarah ayat 216
216. Kamu diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya.
UNTUK MENGULANGKAJI DENGAN AI YANG DILATIH (MUSYRIF DIGITAL ANDA), SILA KLIK LINK DIBAWAH
https://iktiqaddantauhid.blogspot.com/2026/08/musrif-digital-anda.html
Ulasan